Indonesia mencanangkan sebagai Pusat Mode Busana Muslim Dunia pada 2020 mendatang. Banyak program dan kegiatan dilakukan menuju pencanangan itu. Antara lain membentuk konsorsium dan mengadakan berbagai kegiatan untuk menghidupkan usaha busana Muslim.

Fenny Mustafa selaku pendiri sekaligus pemilik Shafira House mengatakan, pencanangan ini realisasinya lebih pada penguatan pasar dalam negeri. Mengingat penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam dan Indonesia menjadi negara dengan jumlah Muslim terbanyak dunia.

Penguatan pasar ini dilakukan dengan menggelar berbagai pameran seperti "Indonesia Muslimah Fest  2013"  yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Ganesha) Bandung, Jumat (1/2)-Minggu (3/2). Dalam pameran ini 160 stan menyediakan berbagai kebutuhan muslimah, mulai dari produk berkelas (branded) sampai produk rumahan yang dikelola UMKM.

Selain potensi pemakai yang sangat besar, perkembangan mode busana Muslim Indonesia juga paling maju di dunia. Di Timur Tenga (Timteng) yang berpenduduk Muslim, mode busana Muslim hanya terbatas pada Abaya. Di Eropa yang dikenal sebagai kiblat mode dunia, busana Muslim hanya menggunakan gaun-gaun konvensional biasa. Demikian juga di Malaysia, busana Muslim hanya baju kurung dengan penutup rambut menggunakan "scraft" biasa.

Sebaliknya di Indonesia, busana Muslim dirancang tersendiri. Para perancangnya pun sebagian besar para perancang yang bergerak di busana Muslim. Hanya beberapa saja perancang baju konvensional biasa yang ikut merancang busana Muslim. Itu artinya, kata Fenny, selain ada konsumennya (dan jumlahnya besar), produsennya juga banyak.

Contohnya dalam desain kerudung. Tahun 2013 ini, Zoya yang berada di bawah Shafira Group, memberikan new collection berupa "Bergo Eropa" yang berfungsi untuk customer berkacamata yang dapat digunakan fungsional atau rilex time. Fungsi lain dari Bergo Eropa sewbagai pengganti ciput regular dengan keunggulan tanpa terlihat lubang di belakang kepala.

Bergo ini, kata Fenny, berfungsi juga saat olahraga. Selain itu, Zoya juga mengeluarkan kerudung seri "Neckket" yang multifungsi sebagai kerudung short, medium, dan panjang sehingga mudah untuk dikreasikan.

"Perkembangan mode busana Muslim di Indonesia itu tidak sebatas baju tetapi juga seluruh perangkat busana. Termasuk inner atau manset," tuturnya.

Untuk baju, ide-ide rancangannya luar biasa. Dari material juga sangat beragam. Bahkan untuk warna pun, kata Fenny, busana Muslim Indonesia paling "color full" dan diminati Muslimah dunia lainnya.

Perkembangan mode ini dan besarnya permintaan pasar, mendukung hidupnya produsen busana Muslim berkelas ataupun tidak. Untuk meningkatkan kualitas rancangan dan produksi, konsorsium memberikan berbagai fasilitas. Untuk produsen setingkat perancang berkelas, memfasilitasi menyaksikan ataupun ikut pameran dan "fashion show" di pusat mode dunia.

Bagi produsen setingkat UMKM, konsorsium memberikan pelatihan dan workshop peningkatan mutu produksi dari sejumlah perancang ternama. Dengan cara ini diharaplkan ada transfer knowledge dan experience dari para perancang kepada produsen UMKM.

"Kita belajar bersama, maju bersama, dan semoga hasilnya juga untuk kemajuan bersama," demikian Fenny.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/221348